20150423_093812

Palembang, Media AAIPI – Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan AAIPI wilayah yang pertama kali menyelenggarakan workshop Perangkat Profesi. Acara workshop digelar oleh Inspektorat Provinsi Sumsel bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Workshop Perangkat Profesi AAIPI yang terselenggara ini bertajuk “Kita Wujudkan Peran APIP yang Efektif, Profesional, dan Kompeten dengan Hasil Pengawasan yang Semakin Berkualitas”. Acara diselenggarakanpada tanggal 23 April 2015 bertempat di Aula Putri Kembang Dadar Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sumsel, Bukit Besar Palembang. Acara dihadiri lebih dari 180 peserta yang terdiri dari Para Pengurus AAIPI Wilayah Sumsel, Inspektur dan Auditor termasuk Pejabat Pengawas Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD) dari seluruh APIP di lingkungan Provinsi Sumsel. APIP di lingkungan wilayah Sumsel terdiri dari BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Inspektorat Provinsi, 13 Inspektorat Kabupaten, dan 4 Inspektorat Kota.

Acara diawali dengan Paparan Selayang Pandang Proses Pembentukan AAIPI serta Potret Kondisi APIP di lingkungan Provinsi Sumsel saat ini oleh Drs. I Gusti Bagus Surya Negara, SE., Ak., M.M., CfrA, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel selaku Ketua Umum Dewan Pengurus AAIPI Wilayah Sumsel. Dalam paparannya, Bapak Surya Negara sempat mengkritisi kondisi SDM APIP saat ini. AAIPI secara nasional masih memiliki kendala kekurangan jumlah SDM APIP sebanyak kurang lebih 44.000 auditor.

Selepas Paparan Selayang Pandang AAIPI, acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan sekaligus pembukaan workshop secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman, S.H., M.Hum.. Dalam arahannya, Bapak Mukti Sulaiman atas nama Pemerintah Sumsel menyambut baik digelarnya workshop seperti ini karena tentunya setiap institusi punya kewajiban untuk terus meningkatkan kualitas SDM-nya. Beliau juga menyinggung hasil pemetaan Internal Audit Capability Model (IACM) untuk APIP di lingkungan wilayah Sumsel yang ternyata mayoritas masih ada pada level 1 dan hanya menyisakan tiga unit APIP yang berada pada level 2, yaitu Inspektorat Kabupaten Lahat, Inspektorat Kota Palembang, dan Inspektorat Kota Pagar Alam. Untuk itu, beliau mengingatkan masih perlunya pengembangan dan peningkatan kualitas SDM APIP agar dapat memenuhi ekspektasi APIP sebagai agen perubahan.

Acara kemudian dilanjutkan ke Diskusi Panel. Tampil sebagai moderator adalah Drs. Tanda Subagio, Ak., M.M. selaku Inspektur Provinsi Sumsel dan sekaligus Direktur Eksekutif Dewan Pengurus AAIPI Wilayah Sumsel. Saat membuka diskusi panel, Bapak Tanda Subagio menjelaskan latar belakang perlunya mengenalkan tiga produk Perangkat Profesi AAIPI kepada para APIP di lingkungan Provinsi Sumsel. Tidak lupa, beliau mengenalkan pula dua narasumber yang akan mempresentasikannya. Kedua narasumber dalam Diskusi Panel tersebut adalah Drs. Eddy Rachman, Ak., M.M., CA selaku Pejabat Fungsional Auditor Madya BPKP Pusat dan Raida, Ak., M.Sc. selaku Pejabat Fungsional Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

20150423_102720_2

Dalam paparannya, Bapak Eddy Rachman mempresentasikan Kode Etik Auditor Intern dengan menekankan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh auditor dalam rangka menjaga martabat profesi. Sementara itu, Ibu Raida mempresentasikan Standar Audit Intern dan Pedoman Telaah Sejawat. Standar Audit Intern diperlukan untuk menjaga mutu hasil pengawasan sedangkan Pedoman Telaah Sejawat digunakan dalam melakukan penilaian antar APIP.

Panel diakhiri dengan tanya-jawab para peserta. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta serta unit APIP di lingkungannya.

Comments


Add Comment