Menjaga Fondasi, Menjawab Perubahan: Rapat Triwulanan Anggota Eksekutif DPN AAIPI
Jakarta, 12 Agustus 2026 — Di tengah dinamika pengawasan intern yang terus berkembang, DPN AAIPI menggelar Rapat Triwulanan Anggota Eksekutif di Ruang Rapat Lantai 4, Kantor BPKP Pusat. Dipimpin langsung oleh Ketua Umum Iwan Taufiq Purwanto, rapat ini menjadi ruang konsolidasi antar Anggota Eksekutif DPN AAIPI, yang juga pimpinan APIP dari berbagai kementerian dan lembaga untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyepakati langkah strategis organisasi ke depan.
Secara umum, program kerja DPN AAIPI berjalan dengan baik. Manajemen Eksekutif melaporkan delapan dari sepuluh program kerja telah terealisasi sampai dengan bulan Juli 2026, penguatan kelembagaan DPW terus bergerak di berbagai wilayah, dan komite-komite aktif menjalankan mandatnya. Mulai dari Komite Telaah Sejawat yang telah melaksanakan sosialisasi TSE di sejumlah APIP K/L, hingga Komite Pengembangan Profesi yang tengah merampungkan pengembangan konten pembelajaran melalui platform e-LMS AAIPI. Revisi SAIPI oleh Komite Standar Audit pun telah memasuki tahapan yang semakin matang.
Pada Arahannya, Ketua Umum DPN AAIPI, Iwan Taufiq Purwanto menegaskan AAIPI akan hadir dalam upaya peningkatan Kapabilitas APIP dan Kompetensi Auditor. Selain itu Anggota AAIPI juga harus komit pada standar dan kode etik, untuk itu AAIPI akan mengembangkan aplikasi keanggotaan yang memungkinkan komitmen auditor untuk lebih terjamin. Selain itu, rapat ini juga diwarnai pembahasan substantif atas tiga isu yang kini mendesak, yakni penyelesaian revisi SAIPI, penyusunan pedoman audit PKKN sebagai pelindung hukum bagi auditor di lapangan, serta perlunya AAIPI mengambil posisi tegas soal etika penggunaan kecerdasan buatan dalam penugasan pengawasan intern. Terkait hal ini, Ketua Umum DPN AAIPI mengamanatkan pada seluruh Komite agar mengantisipasi hal ini dan memberikan solusi berupa produk yang sesuai.
Sesi berbagi pengetahuan dari Direktur Investigasi IV BPKP, Ide Juang Humantito, membuka diskusi yang konstruktif mengenai tantangan nyata auditor dalam mempertahankan metodologi perhitungan kerugian keuangan negara di hadapan pengadilan, dan memperkuat konsensus bahwa AAIPI perlu segera hadir dengan pedoman yang memberikan kepastian dan perlindungan kolektif bagi seluruh auditor. Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat berbagai agenda strategis tersebut. Sebuah cerminan tekad AAIPI untuk tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi turut membentuknya. (APR)